Thursday, February 21, 2013

Words to Ponder: Rahim Hanya Ada Satu...

Note from Nadine:

Found this article in FB and decided to share it with my dear readers. Do share it with your hubby and friends in confinement especially...

Quoted from this article;

"Jangan hanya kerana sang ibu sudah boleh berjalan, boleh makan, boleh tersenyum, boleh ketawa, kalian menganggap dia kuat. Sedangkan kalian tidak dapat membayangkan bagaimana nyawa mereka dihujung jantung semasa meneran dan mengeluarkan bayi mereka di dewan bersalin. Sedangkan kalian tak tahu bagaimana perut mereka dilapah 7 lapisan, termasuk rahim dihiris, satu persatu demi menzahirkan seorang anak."

It's true. Some husband do think that halfway during confinement that the wife has recovered. Especially those husband who didn't get the chance to witness their wife delivered the baby via c-section.When they saw the wound has dried, they thought it's healed whilst the real fact is it will take a loooooong time for all the layers that have been cut to completely healed.


Mak told me from day one itself, even after 10, 15 years you can still feel it - the 'ngilu' part. Constantly, she advice me to take care of my womb, to avoid carrying heavy things especially; of which honestly hard to obey since there will be a situation from time to time that I can't avoid but to shut off 1 eye and just do it... *sigh*


And personally to me, it's sad to see some of my friends and relatives took confinement lightly. Some even proudly telling the whole world that she is able to drink coke for example, during the confinement period. Some, proudly said that they don't bother to bind their stomach as they can only take this drink or that pills and it can give wonders to their body. Yes, your body needs all the nutrients from those healthy supplement (me too, took supplements for my body during confinement), but binders not only help u a lot in terms of body shaping, it helps to strengthen your womb as well..



RAHIM HANYA ADA SATU..TIADA GANTI LAGI..JAGALAH IA SEBAIKNYA......



Tiada sesiapa memahami sakit senggugut, kecuali wanita.
Tiada siapa memahami sakit mengandung, kecuali wanita.
Tiada siapa memahami sakit bersalin, sama ada normal atau ceaser, kecuali wanita.
Even dalam proses pecah dara pun, tiada siapa yang tahu sakitnya pecah dara, kecuali wanita.

Bagitahu saya, adakah pengalaman2 yang mereka lalui ini terlalu enteng? Terlalu minimal? Terlalu sedikit?

Lalu berhakkah satu2 pihak mengatakan wanita berpantang ini hanya melalui salah satu proses yang BIASA? Tidak perlu dijaga? Tidak perlu dimanja? Tidak perlu berpantang?

"Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dianggap sebagai mati syahid."
Sungguh tinggi darjat wanita.

Lalu mengapa ada wanita sendiri yang mengabaikan darjat yang disediakan untuknya?
Mengapa ada suami yang dengan senang-lenangnya melayan ibu di dalam pantang seperti hamba?

Jangan hanya kerana sang ibu sudah boleh berjalan, boleh makan, boleh tersenyum, boleh ketawa, kalian menganggap dia kuat. Sedangkan kalian tidak dapat membayangkan bagaimana nyawa mereka dihujung jantung semasa meneran dan mengeluarkan bayi mereka di dewan bersalin. Sedangkan kalian tak tahu bagaimana perut mereka dilapah 7 lapisan, termasuk rahim dihiris, satu persatu demi menzahirkan seorang anak.

Dan kepada wanita. Rahim anda hanya sebesar buah pear. Disitu anda melayan suami saban malam, mengeluarkan darah haid saban bulan, mengeluarkan bayi saban tahun.

Sebiji buah pear, mengeluarkan seorang manusia?

Lalu, jika dapat difikir menggunakan akal, jika dapat dihisab menggunakan fikiran, betapa tenatkah rahim anda sekarang? Atau akan datang?

Maka, sayangilah rahim anda. Janganlah ditenatkan lagi rahim yang sudah bekerja keras setiap detik untuk anda. Berpantanglah.

Dan untuk suami yang menganggap ini semua perkara enteng. Bukan sesuatu yang enteng melahirkan anak yang tak tahu mengenang pengorbanan rahim seorang wanita, iaitu rahim ibu2 kalian. Jika tiadapun perasaan malu, sekurang2nya adalah sedikit perasaan kesian. Jika anda masih layak bergelar suami.

Ada sebab mengapa syurga di bawah tapak si pemilik rahim.


P/S : AL-FATIHAH untuk ibu kita, walau dimana ibu berada




2 comments:

Airin Diana Anuar said...

True, nad..
Soo true..
Sayangilah rahim anda, mothers out there..
Waktu pantang paling penting.

Nadine said...

Airin,

Glad that we are in the same shoes in this issue :)